Kamis, 03 Maret 2016

Tunggu Aku Kepala Sekolah!


Waroeng jus mini selalu ramai, padat akan pinggul langsing dan paras ayu perempuan kontemporer. Diplihnya, salah satu menu istimewa. Kuduga hanya sebatas jambu, mangga, atau sirsak. Ladalah bisa dicampur-mix jua luar biasanya. “Jamet”, jambu-melon-timun. “Negro”, nangka-gula-roti. “Bule”, blimbing-kapsul-lele. “Cina”, cerry-tinta-nasi. Yang disebut sementara bukanlah menu utama. Di jajaran paling atas, paling atas. Di atas menu “Melayu”, mentimun-lada-kayu. Tertulis, the special one: Jus Amma.

Perempuan ayu memborondong rebut-antri jus amma, ah....

Begitulah ringkasan atas resume dari intisari yang merupakan kesimpulan, kisah dongeng yang didengarnya semasa kecil, sebelum tidur. Diatas, hanyalah salah satu dari sekian minus kisah. Cerita fiksi pengantar lelap si kecil.

A, b, c, d, e, f,...z. Ngeja-eja belajar mengeja. Masih kecil, disuruh membaca. A,b,c, d,...z. Ah, masih tk. Kok sudah ditindas membaca. Sore hari, ngaji lagi. Ah, alif, ba, tak, sak, jak,...yak. Ngantuk, pagi-sore jadi seperti robot. Selalu dipaksa membaca, bacalah!

Tuing-tuing udah masuk sd. Tulis tegak-sambung. Kalo tidak rapi, di gebuk penggaris kayu satu meter. Wah, merah tanganku seperti birunya dicubit setan. Tulis tegak-sambung. Tulis tegak doang. Tulis huruf besar dan kuecil. Yes, bisa nulis.

Sama dengan berapa ya? Kaki ditambah tangan sama dengan berapa ya? Tubuh ditambah jiwa sama dengan berapa ya? Bingung ente. Kok suruh ngitung-ngitung angka? Pusing pala ane. Itu baru tambah-tambahan. Belum kali-kalian, bagi-bagian, kuadrat-kuadratan, panjang x lebar x tinggi = volume. Hebat. Ngitung-ngitungan, mulai sepuluh jari tangan sampai... sampai mana ya? Ada yang tahu? Hebat.

Anjir, anjir. Kepala saudara-saudara jadi penuh (a, b, c, alif, bak, tak, 1, 2, 3, x, %,...). Jadi imposibel gitu, jadi ketidaktidaktidaktaktaktakmungkinan diluar itu semua. Kepalanya penuh angka-tanda-simbol-bahasa. Weh, weh, weh.

Ingat sajalah, jadi bencana tho, kiamat kubro-subro. Kini semuanya jadi itung-itungan, kode-kodean, tanda-tandaan, gaji-gajian, sistem-sisteman, detail-detailan. Capek kah saudara sekalian?

***

Teet-teet-teet. Andai aku kepala sekolah pendidikan. Janjiku, dari TK sampai S3 hanya akan diajari mandi-mandi-an dan peluk-pelukan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar