Dalam hidup yang serba-serba makin seriosly, kebanyakan orang menjadi–jadi sering mengerutkan dahi. Sakit kepala menjadi laris-manis, obat-obatnya tumpang-tindih merajalela di toko klontongan sampai iklan tele
Tentulah “boy anak jalanan” menjadi hits kontemporer tontonan khlayak ibu-ibu. Kemudian lahirlah amnesia, penyakit paling populer dalam persilatan sinetron-ftv-an. Segala macam artis tentu sudah khatam try-mencoba-alami penyakit ini. Tentu, sinetron yang sangat menghibur plus amnesianya memiliki mush jua. Kebanyakan musuh lahir dari kalangan orang pin-intelektual-tar. Eh, ternyata para intelektual-pun juga merasakan betapa pahit-sakitnya di serang vertigo. Salah satu penyakit kepala meledak, yang mampu menyaningi cabutan nyawa malaikat izrail.
Yap, begitulah jadinya. Bila hidup kian serius, bila dahi kian mengkerut. Pusing, amnesia, vertigo bakal laris-manis. Tumbuh-subur. Tapi... tunggu dulu, disela-sela ribetnya kepala-pikiran. Datang entah darimana, dan dari apa. Tiga manusia muncul seketika dengan mulut ajaibnya. Ah... mas Tony (Blank), Vicky “Gotik” Prasetyo, dan Indra “Absurd” Frimawan. Kita semua patut bersyukur. Alhamdulillah-aleluya-amitaba...33x.
Tony Blank
Selintas, mas Tony adalah orang kurus-ceking-pendek dengan kulit coklat kehitaman. Rambutnya botak, tapi kadang-kadang bermodel punk, atau cepak: tak pernah tetap. Mukanya terdiri dari mata, hidung, mulut, telinga, dan kulit: seperti orang pada umumnya. Tapi sering cengengesan, nan senyum-senyum sendiri. Telinganya bertindik menggantung anting. Diatas mulutnya ada kumis, dibawahnya ada jenggot, disampingnya ada bulu rambut yang menghubungkan kumis atas dan jenggot bawah.
Mas Tony mulai menggemparkan jagad Endonesa empat tahun yang lalu, Ia artis youtube. Viewernya hampir touchdown menyentuh angka empat ratus ribu. Wah, mengalahkan viewer orang-orang pinter-serius salihara. Hua.
Mari menonton! Buka Youtube, lalu searching “Tony Blank”. Umpamanya, pada awalnya kalian akan disuguhkan musik ringan-enteng-lucu, sekalibat diiringi judul pembicaran yang akan dibedah-jawab Mas Tony Blank. Konsep videonya berupa wawancara dengan mas Tony. Huahaha, setelah itu mari tertawa.
Seingat saya, salah dua-two sabda yang paling kuingat. Begini, bunyinya:
Pembahasan mengenai Gas Elpiji.
Pewawancara: Mas
Tony, apa sih fungsi gas elpiji?
Mas Tony Blank: Hmm..
fungsi gas elpiji adalah untuk melindungi gas yang sebenarnya.
Pembahasan mengenai senjata “Stand Gun Ak 47/Ak 52”(dari botol, kaleng minuman, paralon dan sampah plastik) ciptaan Tony Blank.
Pewawancara: Apa
fungsi Stand Gun Ak 47/Ak 52?
Mas Tony Blank:
Untuk menjinakkan genting.
Begitulah Tony Blank, manusia yang kemampuan mulutnya mampu mendahului akal.
Vicky Prasetyo
Tersangka kedua dekade ini adalah dia, Vicky “labil-ekonomi” Prasetyo. Orang ini mem-booming berkat tuhan yang maha esa dengan kata-kata tinggi sekelas profesor. Labil ekonomi, kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, 29 my age, sampai gak tahu lagi deh.
Namun itu belum seberapa, usai ngetrend. Sependugaan saya, sepertinya ia belajar mati-matian untuk menambah perbekal-bendaharaan kata. Terbukti, usai dipenjara-ketangkep karena terlibat-terbukti memanipulasi harta 25 para mantannya.
Sekeluarnya dari penjara ia langsung dikerubung wartawan. Demikian yang saya ingat.
Pewawancara: Mas Vicky... untuk kedepannya gimana kisah percintaan anda?
Vicky: Biar
retorika waktu yang menjawabnya.
Buset, saya menikam dada seketika. Waktu ternyata dalam benak Vicky adalah waktu yang bisa ngomong dan merangkai kata. Luar biasa, ini mengalahkan konsep waktu Einstein. Belum usai keheranan, kembalilah kita dikejutkan. Peristiwa bersejarah ini terjadi setahun yang lalu, ketika Vicky diundang dalam acara “ILK”-Indonesia Lawak Klub.
Saat itu, Vicky kebagian membahas tuyul.
Vicky: Kita
harus mengembangkan SDM tuyul yang sudah ada...
Buset... itu tuyul apa manusia. Tuyul kok SDM, harusnyakan SDT.
Indra Frimawan
Special edition, wajah baru terbit kembali. Trend lawak baru menubuh ke Indonesia. Lawak model bercerita, monolog. Biasa disebut Stand Up Comedy. Inilah orang bejad terbaik. Raditya dika dan Panji wicaksono belum ada apa-apanya. Ia terbit dalam kompetisi SUCI 5. Berprestasi merebut juara ketiga. Walau ia tak mau juara.
Indra Frimawan, lelaki muda yang mengaku anak rumahan plus gemar kutu-buku detektif. Lawakannya terkenal absurd, tapi tak masuk akal. Tidak absurd, tapi masuk akal. Tidak absurd, tapi tidak masuk akal. Hayo lo.. ribet.
Saya menyarankan orang ini, sangat. Terlebih untuk para penggila derrida, dekonstruksi. Ini orang gila betul. Seandainya differance berkembang gak abis-abis, aku pikir dia-lah biang keroknya.
Begini biasa berapa guraunya.
"Lolox. Lolox gue gue (maksudnya lo-lo gue-gue). Lolox ini pacarnya cantik. Pacarnya mirip barbie. Saking miripnya sama barbie, mungkin barbienya palanya bisa dicopot. Ganti palanya RX King."(episode liga komunitas stand up)
“Dia suka pakek baju ketek, lha kalo dia suka pakek baju ketek, ketek pakek baju apaan?”
(episode cowok ngomongin cowok)
“Di tangan gw ada nyamuk, terus nyamuknya gw tepok, eh nyamuknya jadi imam.”
(episode ...)
“Kalo misalnya nama itu gak penting, gimana kalo ada orang ngasih nama anaknya ‘saya’.
Pelayan restoran:
Pesanan untuk bapak Budi.
Budi: Ya.
Pelawan restoran:
Pesanan untuk bapak ‘Saya’.
Pelayan restoran: Lah, untuk bapak ‘saya’... perasaan bapak ‘saya’.. saya
sendiri.”
(episode apalah arti sebuah nama)
(episode apalah arti sebuah nama)
Wek, itulah Indra Frimawan. Seorang lelaki yang mengaku mempunyai teman bernama plastik dan kandang ayam. Mind blowing...
Main Kata-kata Selamanya
Akhirul. Kita semua mesti bersyukur dan tertawa dengan turun-datangnya ketiga orang terpilih diatas. Kita semua mesti beryukur lagi-lagi, bahwa bukan nabi Isa dan malaikat Izrail yang diturunkan pada pintu depan dan generasi kita. Tak perlu lagi-lagi untuk mengerutkan dahi. Tapi... selalu ada buku yang terbuka disamping ada.
Begini tulisnya: “Husserl memandang bahwa bahasa, pertama-tama dan secara esensial, bersifat logis. Menurutnya, bahasa logis boleh bersifat kontradiktif tetapi tidak boleh bersifat nonsense. Kontradiksi diperbolehkan karena dapat dipersalahkan secara logis. Pernyataan bahwa “bumi itu berbentuk kotak” bersifat kotradiktif namun dapat dicek alias dipersalahkan secara logis. Namun pernyataan “hijau adalah dimana” bersifat “nonsense” karena sama sekali tidak dimengerti. Dengan kata lain pure logical grammar mengakomodasi kontradiksi dan menolak “nonsense” karena yang kedua tidak memiliki gramatikal(sehingga tak bisa dimengerti) dan tak memiliki fungsi kebenaran(sehingga tak bisa dicek sama sekali).”
Wik, dengan berbekal paradigma teoritik instanst-singkat-cocoklogi. Kita diajarkan menarik batas antara sifat bahasa yang kontradiktif dan yang nonsense.
Penilaian Juri
Untuk itu, beribu-ribu maaf Mas Tony Blank. Kamu masih terjebak pada sifat bahasa yang kontradiktif.
Kepada Mas Vicky Prasetyo, kamu sudah sedikit maju. Mulai bergerak ke arah nonsense sebenarnya, tapi masih tanggung. Sory ya..
Buat Mas Indra Frimawan, kembangkan lagi permainan katamu, khususnya bagian lawakan “Saya.” Itu Nonsense sekali. Itu yang harus kamu kembangkan..
Maju terus permainan kata Indonesia!




Wah ini enaknya baca konten berat dengan perbendaharaan kata yang membumi─jadi kayak kebelelet pipis, tapi dikit, agak kentel, terus rasa kesetrumnya lama─klimaks boy. Ente semena-mena bikin ane ereksi, rugi kalau entar lulus belum nampang di persegi agak panjang kayak orang2 di atas.
BalasHapusweh weh weh...
Hapusoke bos