Sabtu, 14 November 2015

Tentang Proses dan Tujuan


Oleh: Fajar Nugraha. 
Ia yakin bahwa dalam hidup terdapat dua pilihan, setia pada kebenaran atau menyerah kalah.

Proses dan tujuan merupakan kegiatan dan impian yang tak mungkin bisa dipisahkan. Tidak ada yang namanya tujuan tanpa proses. Walaupun begitu ada proses yang tak memerlukan tujuan. Ia mengalir laksana air sungai yang membawa materi ke suatu muara.
Masyarakat kita pada sebagian berpandangan bahwa yang terpenting atau yang terbaik bukanlah tujuan, namun proses. Proses kita dalam mencapai tujuan merupakan fase terpenting dalam hidup, yang niat terkandung di dalamnya.
Tujuan tak jadi masalah apabila kita ternyata tidak berada di titik yang diharapkan. Karena tak semua tempat tujuan bisa tercapai dan banyak pemandangan indah yang telah kita lewati telah membuat kita puas atau bahagia. Bukan tak ingin mencapai tujuan tersebut, melainkan kita sadar bahwa proses kita menjadikan diri ini telah bahagia dengan apa yang telah kita jalani.
Namun, tak demikian kenyataannya. Kita kadang terlena dengan tujuan. Entah sadar maupun tidak, kita cenderung ingin berbagi cerita tentang tujuan atau hasil yang telah kita capai. Bukan berbagi proses. Dan sejauh pengalaman subjektif saya, ada beberapa orang yg menghilang begitu saja tanpa kabar dari si proses tersebut. Tujuan atau hasil yang telah tercapai lebih bergengsi diceritakan daripada proses yang memiliki banyak cerita.
Memang, keinginan untuk berbagi cerita hasil tujuan membuat orang menjadi optimis dan penuh perjuangan. Ia akan berusaha dalam prosesnya untuk melakukan yang terbaik demi menggapai tujuan. 
Bukanlah hal yang salah ketika kita berlaku hal tersebut. Tapi apa daya ketika tujuan yang diperjuangkan ternyata gagal dan kita lupa dengan proses. Rasa pesimis menjadi jalan keluar dan kita enggan berbagi cerita apapun. Mirip slogan di mobil truk, “Pulang malu, ngga pulang rindu.”
Padahal, apapun tujuanmu dan entah berhasil atau tidak, aku akan setia menemanimu dengan teh atau kopi hangat dan sebungkus kue atau rokok di sela obrolan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar