Ketika cabai, nasi, dan upil yang
tergantung-menganga belum/tak bernilai sama sekali. Tetapi ada saja setidaknya,
satu kali dalam seminggu. Si Bontot yang tak mengenal strata, kembali naik haji
pada kelas yang sama. Sial, orang bejo yang beruntung. Absurd untuk sekian
kalinya, kembalinya segala sesuatu, dalam dan bagi Si Bontot. Wajarnya, ia
tenang-tenang saja, sambil menggulung kemeja SD-nya. Camus, Nietzche, sampai Hume
tak ada dalam daftar isi buku paket dan LKS-nya. Gggrrr, lagi pula jikalau ada,
ia takkan menengoknya. Ia jauh di depan kita, karena baginya jeweran dan
hantaman pak-bu guru akan terasa lebih nyata, kasih sayang.
Teett, jam olahraga tiba. Si Bontot menendang bola. Ia bahagia, walau sesekali meletup. Keringat, emosi, tawa, serta elan persaingan mengalir diantara bola dan daki kakinya. Terus begitu, tak ada lelah, sebab pikiran memengaruhi kenyataan in(dirinya)/non-ex. Goal, tackle, selebrasi, kemudian diakhiri jeweran lagi, kembalinya segala sesuatu.
Berlalu, 6 tahun akhirnya berlalu. Tamat, tercetus Ijazah SD calon abu tungku. Teman-teman Bontot, melanjutkan pada jenjang ke arah tinggi, sedang Si Bontot masih terlihat berkelahi di setiap sisi. Bontot mengulang lagi, kembalinya segala sesuatu.
Begitu, tentang Si Bontot. Hingga saat ini, sekitar 40 tahun lewat menyudahi. Teman-teman Bontot sudi menjadi profesi: Selir menteri, pegawai, PNS, penari, peneliti, pencuri, profesi. Sedang Bontot, tak lulus SD. 10 tahun menjadi kuli, 10 tahun menjadi padi, 10 tahun menjadi fiksi, 10 tahun menjadi judi.
Lantas siapa yang menyangka? Bontot saat ini, sama saja. Ketika salah satu teman baiknya, hendak update status di facebook. Bontot mengintip, lalu membaca:
“Apa yang anda pikirkan?”
Bontot lalu bunuh diri, bukan lantaran tak sanggup
mencurahkan apa yang ia pikirkan. Hanya saja ia tak sanggup untuk membayangkan,
perihal jeweran dan hantaman macam apa yang akan diterimanya. Jika dulu pikirannya
hanya dicurahkan pada update status,
bukan pada penolakan naik kelas, pembolosan, dan pengacuhan membaca
camus-nietzche-hume.
Kembalinya segala sesuatu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar