Minggu, 04 Desember 2016

Dua Perempuan...


Waktu itu aku sempat terhenyak... padahal belum tahu banyak hal... aku cuma baru sd, kelas dua kalau gak salah.

aku melihat perempuan... aku lupa Ia lulusan sd, smp, atau sma... yang kutahu ia waktu itu sudah berumur, kira-kira dua-puluhan. Hobinya menonton film india... hampir hapal setiap serinya bahkan. Artis-artinya juga luar kepala. Aku ingat ketika ia, bersamaku waktu itu, aku disuapin, sambil jalan-jalan sore-sore, kami berdua main ke rumah temanku, sahabatku.

Sahabatku punya kucing, namanya pulgosoh. Sekilas bagiku tidak ada yang aneh dengan nama anak kucing itu. Pulgosoh, itu terdengar lucu saja. Tapi Ia... perempuan ini tiba-tiba mengeluarkan tawa kecilnya... ia langsung tahu bahwa itu adalah nama anjing di salah satu film India. Hmm... aku langsung kaget ketika Ia tahu akan hal itu.

Malamnya, aku biasa tidur dengannya, hampir dua-tiga tahun bersamanya, dibacakan cerita kadang-kadang atau membacakan aku buku paket PLKJ. Aku nyenyak-nyenyak saja.

Tapi malam itu... aku tersentak... Aku menemukan buku kecil, catatan kecil. Aku langsung membukanya, untung aku sudah bisa baca waktu itu. Aku baca, aku buka tiap halamannya. Hmm... catatan diary rupanya. Goresan tangannya, seperti goresanku saat ini, kala sepi kala tidak ada apa-apa. Goresan itu, aku langsung tahu perasaan macam apa yang pernah Ia alami, dulu... Aku juga merasakannya sekarang. Hmm... Ia juga terkadang membuat gambar-gambar kecil, bulan, bintang, pemandangan-pemandangan... seingatku Ia tidak menggambar orang. Lain denganku, aku suka menggambar wajah, Ia suka menggamar alam.

Hmm... diary itu lengkap dengan tanggal, peristiwa, dan perasaan-perasaannya (kebanyakan tentang cinta dan sepi)... aku tersentak, baru saat ini. Hmm... ternyata Ia juga merasakan hal yang sama sepertiku (saat ini).

***

Aku seperti ingin mencintai dua perempuan. Tapi sulit benar untuk jatuh cinta. Sulit benar untuk memikirkan orang lain, memahami perasaan orang lain. Aku tidak punya kemampuan semacam itu. Padahal kita tidak bisa hidup tanpa orang lain bukan? Hmm... aku sedang berfikir mengenai angka 3. Seperti, coba bayangkan... ketika aku masih dalam kandungan... kandungan berumur hampir sembilan bulan mungkin.

Aku pasti dibawa kerumah sakit atau ya dukun anak-lah.... Disitu setidaknya, untuk kelahiranku... membutuhkan tiga orang (termasuk aku). Aku... Ibuku... dan dokter/dukun anak....

Aku dilahirkan, dan aku rasa kita - semua orang dilahirkan setidaknya perlu tiga orang... ya tiga orang... Hmm... aku jadi berfikir, seharusnya memang minimal kita semua harus memikirkan tiga orang dalam menjalani hidup ini. Tapi kenapa aku dan banyak orang lainnya, cuma bisa memikirkan diri sendiri, cuma bisa memikirkan satu, ya satu orang, diri sendiri....

Aku ingin sekali jatuh cinta... pada dua orang... setidaknya agar diriku tidak egois, agar bisa memikirkan setidaknya tiga orang (termasuk aku).

Tapi aku cuma bisa mencintai dua orang.... orang yang periang, yang jiwa enteng, ceria pokoknya... bercanda dengannya... sekadar mengobrol remeh-temeh.... ya perempuan yang ceria dalam obrolan dan kehidupan....

yang satunya mungkin.... jatuh cinta pada seseorang yang bisa menyanyi atau menari.... tapi sekadar untuk mencintainya kala dia menari atau menyanyi... tidak untuk jatuh cinta pada saat mengobrol dan bercanda...

Tapi untuk urusan sepi, kesepian, kegelisahan mungkin atau kesia-siaan, aku seperti tidak bisa jatuh cinta pada seseorang yang begitu merakan kesepian, kegelisahan, atau kesiasiaan... itu cukup untuk diriku sendiri saja... aku tidak ingin berbagi cinta pada (saat) seseorang yang merasakan perasaan seperti itu.

Aku sepertinya cuma (ingin) mencintai dua perempuan. Perempuan itu... ada di dalam lagu Kubahagia (ost aadc) - Melly Goeslow dan senandung lirih - eros (tapi dinyanyiin iwan fals) terputar. 

Tapi sialan.... aku belum dapat mengenali wajah mereka... mata dan pikiranku seperti blur atau silau ketika membayangkan wajah dua perempuan ini... 

Mungkin juga... aku ingin menjadi selaput kulit paling luar telapaknya, ketika Ia mengusek-usekkan tangan... juga ingin menjadi perempuan saat mereka diam.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar