Waktu itu aku sempat terhenyak... padahal belum tahu banyak
hal... aku cuma baru sd, kelas dua kalau gak salah.
aku melihat perempuan... aku lupa Ia lulusan sd, smp, atau
sma... yang kutahu ia waktu itu sudah berumur, kira-kira dua-puluhan. Hobinya
menonton film india... hampir hapal setiap serinya bahkan. Artis-artinya juga
luar kepala. Aku ingat ketika ia, bersamaku waktu itu, aku disuapin, sambil
jalan-jalan sore-sore, kami berdua main ke rumah temanku, sahabatku.
Sahabatku punya kucing, namanya pulgosoh. Sekilas bagiku
tidak ada yang aneh dengan nama anak kucing itu. Pulgosoh, itu terdengar lucu
saja. Tapi Ia... perempuan ini tiba-tiba mengeluarkan tawa kecilnya... ia
langsung tahu bahwa itu adalah nama anjing di salah satu film India. Hmm... aku
langsung kaget ketika Ia tahu akan hal itu.
Malamnya, aku biasa tidur dengannya, hampir dua-tiga tahun
bersamanya, dibacakan cerita kadang-kadang atau membacakan aku buku paket PLKJ.
Aku nyenyak-nyenyak saja.
Tapi malam itu... aku tersentak... Aku menemukan buku kecil,
catatan kecil. Aku langsung membukanya, untung aku sudah bisa baca waktu itu.
Aku baca, aku buka tiap halamannya. Hmm... catatan diary rupanya. Goresan
tangannya, seperti goresanku saat ini, kala sepi kala tidak ada apa-apa.
Goresan itu, aku langsung tahu perasaan macam apa yang pernah Ia alami, dulu...
Aku juga merasakannya sekarang. Hmm... Ia juga terkadang membuat gambar-gambar
kecil, bulan, bintang, pemandangan-pemandangan... seingatku Ia tidak menggambar
orang. Lain denganku, aku suka menggambar wajah, Ia suka menggamar alam.
Hmm... diary itu lengkap dengan tanggal, peristiwa, dan
perasaan-perasaannya (kebanyakan tentang cinta dan sepi)... aku tersentak, baru
saat ini. Hmm... ternyata Ia juga merasakan hal yang sama sepertiku (saat ini).
***
Aku seperti ingin mencintai dua perempuan. Tapi sulit benar
untuk jatuh cinta. Sulit benar untuk memikirkan orang lain, memahami perasaan
orang lain. Aku tidak punya kemampuan semacam itu. Padahal kita tidak bisa
hidup tanpa orang lain bukan? Hmm... aku sedang berfikir mengenai angka 3.
Seperti, coba bayangkan... ketika aku masih dalam kandungan... kandungan
berumur hampir sembilan bulan mungkin.
Aku pasti dibawa kerumah sakit atau ya dukun anak-lah....
Disitu setidaknya, untuk kelahiranku... membutuhkan tiga orang (termasuk aku).
Aku... Ibuku... dan dokter/dukun anak....
Aku dilahirkan, dan aku rasa kita - semua orang dilahirkan
setidaknya perlu tiga orang... ya tiga orang... Hmm... aku jadi berfikir,
seharusnya memang minimal kita semua harus memikirkan tiga orang dalam
menjalani hidup ini. Tapi kenapa aku dan banyak orang lainnya, cuma bisa
memikirkan diri sendiri, cuma bisa memikirkan satu, ya satu orang, diri
sendiri....
Aku ingin sekali jatuh cinta... pada dua orang... setidaknya
agar diriku tidak egois, agar bisa memikirkan setidaknya tiga orang (termasuk
aku).
Tapi aku cuma bisa mencintai dua orang.... orang yang
periang, yang jiwa enteng, ceria pokoknya... bercanda dengannya... sekadar
mengobrol remeh-temeh.... ya perempuan yang ceria dalam obrolan dan
kehidupan....
yang satunya mungkin.... jatuh cinta pada seseorang yang bisa
menyanyi atau menari.... tapi sekadar untuk mencintainya kala dia menari atau
menyanyi... tidak untuk jatuh cinta pada saat mengobrol dan bercanda...
Tapi untuk urusan sepi, kesepian, kegelisahan mungkin atau
kesia-siaan, aku seperti tidak bisa jatuh cinta pada seseorang yang begitu
merakan kesepian, kegelisahan, atau kesiasiaan... itu cukup untuk diriku
sendiri saja... aku tidak ingin berbagi cinta pada (saat) seseorang yang
merasakan perasaan seperti itu.
Aku sepertinya cuma (ingin) mencintai dua perempuan.
Perempuan itu... ada di dalam lagu Kubahagia (ost aadc) - Melly Goeslow dan
senandung lirih - eros (tapi dinyanyiin iwan fals) terputar.
Tapi sialan.... aku belum dapat mengenali wajah mereka...
mata dan pikiranku seperti blur atau silau ketika membayangkan wajah dua
perempuan ini...
Mungkin juga... aku ingin menjadi selaput kulit paling luar
telapaknya, ketika Ia mengusek-usekkan tangan... juga ingin menjadi perempuan
saat mereka diam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar