Selasa, 16 Agustus 2016

BONCENGin/at/of/on



Ia dikontrak main sinetron. Saat ini purna menyentuh angka “episode 100”. Tak kehabisan akal, sang pembuat naskah menyempilinya dengan adegan “amnesia”. Satu adegan yang hampir pasti melanda dunia persinetronan... asyik

Saking menghayatinya (demi totalitas berperan), Ia mengharuskan dirinya tuk “amnesia beneran”.

Jeng jeng jeng jeng... Ia amnesia beneran, yes!

Episode 101: camera.. roll.. action! Ia lupa, Ia tak ingat apa-apa, Ia malah dipecat.

Bahaya! Ia sampai lupa kelaminnya sendiri, waduh.

Jeng jeng jeng jeng... Ia berjalan keluar area shooting. Ia jalan-jalan sengawurnya. Sampai tiba di jalan raya. Tapi jalan raya satu arah. Ia berdiri di trotoar, 10 meter dari pertigaan-simpang jalan.

“Ia melihat Ibu-ibu mengendara motor, dengan send ke kanan tapi belok ke kiri. Ibu-ibu itu hampir keserempet... tapi Ibu-ibu itu tetap mengendara (santai, seolah tidak terjadi apa-opo).”

Waduh, Ia terkejut melihat itu. Soalnya tidak hanya sekali, bahkan dua kali, bahkan tiga-empat-20-90, bahkan sampai menjadi identik bahwa “ibu-ibu send ke kanan tapi belok ke kiri.”

Ia terdiam. Ia menangis-muntah, sambil bertanya “Seberat apa beban Ibu-ibu itu ya... hingga selalu lupa belak-belok sesuai lampu send?”

Lepas itu, Ia mencuri handycam di Toko-toko. Syahdan berdiri terus di pinggir jalan sebelum pertigaan. Selama satu tahun.

Ia merekam kejadian “Ibu-ibu send ke kanan tapi belok ke kiri.”
Setahun berlalu, keluarga sang aktris/aktor menemukannya (usai mencari sana-sini).

“kemana aja kamu nak.. ibu-bapak khawatir... ayo pulang nak...”

Ia tak ingat apa-apa, tapi Ia manut saja. Lantas masuk ke mobil BMW mewah-hitamerah, kembali ke rumah mewahnya.

Ia kembali ke kamarnya: Terlihat koleksi buku, musik, nun film-film berbau-bau “independent woman”.

Lantas, terkejut. Lalu Ia membakar kamar nun koleksi “independent woman”-nya.

Dengan enteng, Ia keluar rumah (yang terbakar)... sembari mengupload hasil rekaman “Ibu-ibu send ke kanan tapi belok ke kiri” -nya ke Youtube.



Tak berherti sampai disitu... Ia menjenguk "ibu-ibu korban/tersangka tabrakan" di rumah sakit/puskesmas.

setelah ditanya, kenapa selalu send ke kanan tapi belok ke kiri?

Ibu-ibu menjawab: sibuk mikirin dapur, cucian, setrikaan, popok, sama kasus amnesia seorang artis yang menghilang dari peredaran sinetron favoritnya di malam hari.

[3]
Coba bertanya pada manusia/ Tak ada jawabnya/ Aku bertanya pada langit tua/ Langit tak mendengar.... wooooooo uo wowuouwo wooooooo uo wouwouwo - Langit Tak Mendengar (Peterpan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar