Bule dalam wajahnya... Perempuan baya Prancis
mengitari tumpak sepeda, bulu rambutnya hitam mata... Tak biru, sehitam mata.
Tua bersulam obolong putih, bule-man lanjut usia, sumringah di tengah antrian
minimarkeh, berbetulan “what a wonderfull word” terputar...
Cengir... lalu hilang bersama sepeda mini berkeranjang kosong...
Seketika malam... Bangku taman bersandar, banyak penari yang simpuh, hanya simpuh nun duduk-sumringah, tak menari, berkumpul, cakap dengan kata-kata-kata-kata-kata... Bule-woman lanjut usia, putih bulu-gulu-nya, rambut tersimpul kain khas borneo miss sumba.
Bungkuk, tipis senyumnya...
Bercerita, sangat pelan.. tempo tak cepat-cheetah.. pelan bakh tari kraton Yogyakarta.. pelan-pelay..
Tak ada yang lebih bahagia.. “aku sampai disini, ada
sesuatu, rasa,” syahdu cakapnya.
Orang-orang su tak dolan!
Orang-orang su-hanya sibuk Scroll “bawah-bawah-bawah”
NUN di motor “weng-weng-weng.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar