Selasa, 07 Juni 2016


Bule dalam wajahnya... Perempuan baya Prancis mengitari tumpak sepeda, bulu rambutnya hitam mata... Tak biru, sehitam mata. Tua bersulam obolong putih, bule-man lanjut usia, sumringah di tengah antrian minimarkeh, berbetulan “what a wonderfull word” terputar...

Cengir... lalu hilang bersama sepeda mini berkeranjang kosong...

Seketika malam... Bangku taman bersandar, banyak penari yang simpuh, hanya simpuh nun duduk-sumringah, tak menari, berkumpul, cakap dengan kata-kata-kata-kata-kata... Bule-woman lanjut usia, putih bulu-gulu-nya, rambut tersimpul kain khas borneo miss sumba.

Bungkuk, tipis senyumnya...

Bercerita, sangat pelan.. tempo tak cepat-cheetah.. pelan bakh tari kraton Yogyakarta.. pelan-pelay..
Tak ada yang lebih bahagia.. “aku sampai disini, ada sesuatu, rasa,” syahdu cakapnya.

Orang-orang su tak dolan!
Orang-orang su-hanya sibuk Scroll “bawah-bawah-bawah” NUN di motor “weng-weng-weng.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar